Cemindo Gemilang Menjadikan Strategi Keberlanjutan sebagai Fondasi Hadapi Tantangan Pasar Semen
/2021/09/01/1746091548.jpg)
Cemindo Gemilang Menguatkan Keberlanjutan di Tengah Tekanan Industri Semen Nasional
PT Cemindo Gemilang Tbk menempatkan strategi keberlanjutan sebagai inti model bisnis untuk menjaga daya saing di tengah tekanan industri semen nasional. Melalui merek Semen Merah Putih, perusahaan merespons kondisi oversupply, efisiensi biaya, serta tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat dengan pendekatan operasional yang lebih terintegrasi dan adaptif.
Kondisi pasar semen nasional masih menghadapi tantangan struktural. Tingkat utilisasi kapasitas industri pada 2025 tercatat sekitar 54 persen, sementara kelebihan kapasitas mencapai lebih dari 56 juta ton. Menghadapi situasi tersebut, Cemindo Gemilang memilih langkah sistemik yang berfokus pada efisiensi energi, optimalisasi proses produksi dan logistik, serta penguatan portofolio produk ramah lingkungan.
Manajemen Mengintegrasikan Praktik Keberlanjutan ke Dalam Operasi Bisnis
Direktur Commercial & Logistic PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari cara perusahaan beroperasi. Semen Merah Putih membangun praktik sustainability melalui empat pilar utama, yakni process, product, people, dan planet, agar seluruh aktivitas bisnis selaras dengan pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas produk.
Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Di tengah perlambatan permintaan semen nasional, Semen Merah Putih mencatat pertumbuhan sekitar 4,2 persen di wilayah relevan sepanjang 2025. Kinerja ini menjadi sinyal bahwa strategi keberlanjutan mampu memperkuat posisi perusahaan di pasar yang kompetitif.
Perusahaan Menjaga Kinerja Penjualan di Tengah Penurunan Permintaan Nasional
Secara industri, volume penjualan semen domestik pada periode 2024 hingga 2025 mengalami penurunan sekitar 1,5 persen. Total penjualan turun dari sekitar 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025. Penurunan terjadi di hampir seluruh wilayah seiring melambatnya proyek infrastruktur dan konstruksi, termasuk dampak perlambatan pembangunan Ibu Kota Nusantara, sementara wilayah Indonesia bagian timur masih mencatat pertumbuhan positif.
Semen Merah Putih Mendorong Transisi Material Konstruksi Berkelanjutan
General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menyampaikan bahwa pergeseran menuju material konstruksi berkelanjutan telah menjadi kebutuhan industri. Melalui produk Flexiplus dan Ecopro, perusahaan menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa bangunan.
Sebelumnya, Head of Technical Marketing Semen Merah Putih, Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa Flexiplus merupakan semen hidraulis dengan formulasi khusus yang mampu menekan emisi karbon sekaligus menjaga kekuatan dan daya tahan konstruksi. Produk ini dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan, mulai dari fondasi hingga elemen pracetak, dengan ketahanan tinggi terhadap penyusutan.
