Pemangkasan Emisi Karbon Mendorong Lonjakan Penjualan Semen Merah Putih

Cemindo Gemilang Menjadikan Keberlanjutan sebagai Strategi Utama Bisnis
PT Cemindo Gemilang Tbk melalui merek Semen Merah Putih membuktikan bahwa strategi keberlanjutan mampu mendorong kinerja positif di tengah tekanan industri semen nasional. Saat pasar mengalami oversupply dan penurunan permintaan, perusahaan justru mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 4,2 persen di wilayah operasional terkait sepanjang 2025, berbanding terbalik dengan kontraksi industri semen nasional yang mencapai sekitar 1,5 persen.
Manajemen Cemindo Gemilang secara konsisten menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian inti dari strategi bisnis, bukan sekadar inisiatif tambahan. Langkah ini menjadi fondasi perusahaan dalam menjaga daya saing sekaligus merespons tuntutan pasar dan regulasi yang semakin menekankan praktik industri berkelanjutan.
Manajemen Mengintegrasikan Empat Pilar Keberlanjutan ke Seluruh Rantai Pasok
Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa perusahaan mengintegrasikan keberlanjutan melalui empat pilar utama, yakni Process, Product, People, dan Planet. Pendekatan tersebut mendorong efisiensi menyeluruh di sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi, tanpa mengorbankan kualitas produk.
Menurut Surindro, Semen Merah Putih memosisikan sustainability sebagai cara industri bekerja saat ini. Pendekatan holistik tersebut memungkinkan perusahaan tetap berkontribusi pada pembangunan nasional sambil menjaga efisiensi operasional dan standar mutu yang tinggi.
Perusahaan Menekan Emisi Melalui Efisiensi Energi dan Teknologi Bersih
Semen Merah Putih mengoperasikan Waste Heat Recovery System dengan kapasitas 2 x 15 MW di Indonesia dan 13 MW di Vietnam. Sistem ini menyuplai sekitar 24 persen kebutuhan energi proses produksi klinker dan menurunkan emisi karbon dioksida hingga sekitar 100 ribu ton per tahun.
Sepanjang periode 2016 hingga 2024, perusahaan berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sekitar 21 persen per ton semen. Pencapaian tersebut didukung oleh efisiensi energi, optimasi premix yang memangkas konsumsi energi hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.
Di sisi logistik, Cemindo Gemilang menggunakan 17 unit truk listrik di area quarry dan 23 forklift listrik. Inisiatif ini secara agregat menurunkan emisi sekitar 8.500 ton karbon dioksida per tahun.
Semen Merah Putih Memperkuat Portofolio Produk Ramah Lingkungan
Dari sisi produk, Semen Merah Putih menghadirkan Flexiplus, Ecopro, dan Semen Patriot yang telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia. General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menyatakan bahwa transisi menuju material konstruksi berkelanjutan merupakan masa depan industri, seiring meningkatnya kesadaran pasar terhadap isu lingkungan.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan inovasi lanjutan berupa MPTree, solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga yang telah diuji coba di pabrik Jatiasih dan direncanakan untuk diperluas ke ruang publik serta area transportasi.
